Migrasi Blog dari Blogger Ke Hugo

Blog pribadi saya ini sudah migrasi dari Blogger ke Hugo

mrfdn - Tidak terasa kegiatan nge-blog saya sudah berlangsung selama kurang lebih 5 tahunan.

Banyak hal yang sudah saya pelajari dan dijadikan experience untuk mendapatkan best practice.

Melalui artikel ini saya ingin menyampaikan bahwa blog pribadi saya ini sudah migrasi dari Blogger ke Hugo.

Berikut penjelasannya.

migrasi dari blogger ke hugo

Blogger itu platform

Blogger merupakan platform yang disediakan oleh Google bagi kita yang ingin memiliki blog pribadi.

Tidak banyak yang bisa dilakukan, tidak banyak kustomisasi, di Blogger kita hanya fokus menulis konten.

Lalu saya merasa bahwa saya membutuhkan suatu fitur untuk menunjang kegiatan nge-blog saya. Saya ingin membuat blog ini jauh lebih baik.

Salah satunya adalah memiliki url yang lebih ramah SERP (search engine result page).

Sebagaimana kita tahu bahwa URL tiap postingan blogger akan menjadi seperti ini example.com/2012/12/url-postingan.html.

Tahukah anda bahwa url tersebut adalah namanya adalah ugly URL.

Ugly Url adalah url yang diakhiri dengan .html.

Sebagai benefit, saya ingin memiliki sebuah url dengan format pretty url dan tanpa tahun dan bulan pada url, seperti ini.

example.com/url-postingan.html.

Maka dari itu saya memilih Hugo dengan segala kelebihan yang ditawarkannya.

Apa itu Hugo?

Sebelum lebih jauh saya ingin menjelaskan sedikit gambaran tentang hugo.

Hugo adalah static site generator, aplikasi penghasil website statis.

Jadi setiap halaman yang dibuka pada website ini sekarang merupakan halaman statis, .html saja.

Saya mengenal hugo setelah sebelumnya menggunakan Wordpress. Dan sangat berbeda sekali dengan wordpress.

Wordpress memang bagus digunakan untuk nge-blog, tetapi saya merasakan bahwa menggunakan Wordpress untuk sekedar nge-blog terlalu bloated. Saya ingin sesuatu yang simple saja.

Hugo hadir sebagai alternatif terbaik untuk nge-blog. Dengan hugo saya masih bisa melakukan lebih banyak hal yang tidak bisa saya lakukan di Blogger.

Dan tentunya saya bisa mendapatkan pretty URL untuk setiap postingan blog ini.

Keuntungan menggunakan Hugo

Berikut beberapa keuntungan menggunakan Hugo.

  • Mendapatkan Pretty URL
  • Tidak perlu membayar hosting seperti saat menggunakan Wordpress
  • Tidak perlu setup database karena hugo tidak butuh database untuk berjalan
  • Banyak pilihan tema, dan temanya lebih mudah dibuat karena hanya menggunakan html+css
  • Tidak perlu khawatir dihack, karena pada umumnya attacker itu menyasar database sebuah website untuk dihack
  • Bisa mengenal dunia internet dan teknologi canggih yang digunakannya.
  • dan masih banyak lagi

Kekurangan mengguakan Hugo

Harus diingat bahwa tidak ada yang mudah di dunia ini.

Menggunakan hugo untuk membuat sebuah website itu butuh learning curve.

Memang pada awal-awal rasanya sulit tetapi setelah tahu workflow nya akan terasa memudahkan.

Bagi anda yang tidak ingin upgrade skill, dan tidak ingin tahu seputar tentang dunia coding dan terminal mungkin Hugo bukan untuk anda.

Hal yang harus dipelajari sebelum / saat menggunakan Hugo

Untuk menjalankan SSG Hugo, pertama-tama anda harus terbiasa untuk mengenal terminal emulator, atau aplikasi yang lebih gampang digunakan yaitu Code editor seperti VsCode, Codium, OSS, Notepad++ dan lain-lain. Karena disanalah hugo berjalan.

Meksipun menggunakan code editor / terminal emulator kita hanya melakukan hal-hal dasar saja, tidak terlalu ribet.

Kemudian di sana kita mulai belajar edit postingan / membuat artikel dengan format markdown (.md).

menulis artikel dengan format markdown

Saat menggunakan markdown ini juga kita bisa lebih cepat dan lebih fokus dengan artikel kita.

Ketika sudah mahir seiring waktu, silahkan membuat tema / template hugo sendiri.

Workflow ngeblog menggunakan Hugo

Workflow menggunakan hugo ada beberapa macam.

Kita bisa posting artikel langsung dari terminal emulator ke hosting yang dimiliki.

Atau push artikel ke github lalu biarkan github membuatnya online.

Saya sendiri saat ini menggunakan opsi ke-2.

  1. Buat artikel di komputer local
  2. Push source code website hugo dari local ke repository github
  3. Sign up ke Cloudflare Pages untuk memiliki sebuah website
  4. Cloudflare akan menarik data dari repository github tadi lalu menjalankan sejumlah perintah hugo secara otomatis untuk mengkonversi data dari repo menjadi static Site
  5. Setelah beberapa detik, website sudah siap digunakan dan tinggal melakukan redirect ke custom domain TLD.

Workflow seperti ini kelihatannya ribet, tetapi cukup aman.

Saya tidak perlu sewa hosting lalu melakukan setting server sedemikian rupa hanya untuk membuat website saya online.

Itu hanya salah satu workflow yang bisa dikakukan di antara banyak cara yang bisa dilakukan.

Intinya setelah kita membuat artikel, kita kirim hasil generate web kita ke media penyimpanan online yang kita pilih.

Kini terasa sekali kalau workflow blogging saya sudah berbeda dari sebelum-sebelumnya.

Akhir kata

Bagi anda yang memiliki ketertarikan di dunia website dan blogging, anda mungkin bisa memilih hugo sebagai alternatif.

Hugo mungkin bisa menjadi pintu awal anda mengenal dunia Static Site Generator (SSG).

Dengan Hugo anda bisa melakukan lebih banyak hal dari pada yang ditawarkan Blogger.

Karena sejatinya Blogger hanyalah platform, sedangkan Hugo adalah kebebasan.

Ditulis oleh Rafi pada Wednesday, 23 November 2022

comments powered by Disqus